Entri yang Diunggulkan

#5 Urban Legend : Square

“SQUARE” (SEGI EMPAT) Alkisah, lima orang pendaki gunung tersesat di tengah pegunungan bersalju (versi lain cerita mengatakan mereka mer...

Minggu, 18 Desember 2016

#9 Urban Legend : Little Brother

LITTLE BROTHER

ADIK KECIL

Aku memiliki adik kecil bernama Arthur, namun aku sangat membencinya! Dia sangat manja dan orang tuaku lebih menyayanginya daripada aku.

Siang itu aku mendorongnya ke dalam kolam. Ia membuat suara “Blurp blurp” yang lucu. Namun ayah dan ibuku yang melihatnya langsung panik. Mereka langsung mengangkatnya dari air dan segera memanggil dokter. Ibu sangat lega ketika dokter mengatakan adikku tidak apa2. Ayahku kemudian bertanya pada Arthur mengapa ia bisa terjatuh ke kolam. Aku sempat khawatir, takut jika Arthur mengadukanku. Ternyata benar. Arthur mengatakan akulah yang mendorongnya. Aku sangat takut, namun ayahku ternyata membelaku. Ia terlihat sangat marah dan mengatakan padanya untuk berhenti mengatakan hal seperti itu. Akupun lega, namun itu membuatku makin membenci Arthur. Dasar tulang adu!

Malam itu ia meminta kue dengan selai sebelum tidur kepada ibu. Biasanya ibu takkan memberikannya, namun kali ini Arthur mendapatkan apa yang ia inginkan. Mungkin karena ibu kasihan dengannya atas apa yang terjadi siang ini. Aku lalu meminta kue yang sama kepada ibu, namun ia hanya berpura2 tidak mendengarku. Apa ibu curiga kalau benar aku yang mendorong Arthur ke kolam.

Dulu kedua orang tuaku tak pernah membedakan kami. Jika Arthur mendapat mainan baru, aku juga. Jika Arthur mendapat makanan, aku juga. Namun segalanya berubah sejak sebulan ini. Tiba2 saja mereka mencurahkan segala kasih sayangnya kepada Arthur. Dia menjadi besar kepala gara2 itu. Ia minta ini itu dan orang tuaku selalu memenuhinya. Sedangkan kepadaku sebaliknya. Mereka benar2 acuh tak acuh kepadaku.

Aku kerap bertanya2, mengapa ini terjadi? Apa karena aku sudah besar sehingga mereka tak menganggapku lucu lagi? Aku pernah menanyakan hal itu pada Arthur, namun ia malah mengatakan hal2 yang kejam. Aku main membencinya! Apalagi ia selalu menolak bermain denganku.

Namun perlakuan mereka pagi ini benar2 sudah keterlaluan. Mereka hendak berlibur ke pantai dan mereka hanya mengajak Arthur. Mereka tak mengajakku.

Aku benar2 membenci mereka sekarang! Dan aku lebih membenci Arthur.

Karena itu, aku menunggu malam tiba. Ketika orang tuaku sibuk menonton televisi di bawah, diam2 aku merangkak ke kamar Arthur yang sedang tertidur. Aku akan mengendap-endap di samping tempat tidurnya dan menekankan bantal ke wajahnya.

Ya, hingga ia tak bernapas lagi.

Sekarang mereka takkan bisa mengajak Arthur ke pantai.

Setelah semuanya usai, aku akan kembali merangkak ke bawah, ke kotak sempit mengerikan yang mereka buat untukku.

#8 Urban Legend : Nature Photograpgher

Salah seorang temanku adalah seorang fotografer alam. Entah kenapa, padahal ia adalah gadis yang sangat cantik, namun ia tertarik dengan alam liar. Suatu hari ia berencana mengambil foto di tengah hutan. Untuk itu, ia mempersiapkan tenda dan berbagai keperluan lain untuk kemping semalam di hutan itu.

Banyak teman2nya, termasuk aku, khawatir. Namun ia mengatakan ia tak apa2. Ia sudah sering kemping sendirian. Kamipun merelakannya, sebab kami tahu ia gadis pemberani dan bisa menjaga dirinya sendiri.

Ia sangat menikmati perjalanannya di dalam hutan. Di sana ia memotret pohon, bunga, serta berbagai satwa liar yang bebas di habitat aslinya. Ia berhasil mengumpulkan 400 foto dan akhirnya setelah lelah, di penghujung hari ia tertidur lelap di tendanya, sendirian.

Ketika pulang ke kota, iapun mengecek semua hasil fotonya di laptop. Di antara ke-400 foto yang ia kumpulkan, ia melihat sesuatu yang sangat, sangat aneh dan membuat bulu kuduknya berdiri.

Ada 4 foto yang baginya sangat menakutkan sehingga hingga kini ia mengalami trauma dan tak berani lagi untuk bermalam di hutan sendirian.

Keempat foto itu adalah foto dirinya sedang tertidur pulas di dalam tenda.

Sabtu, 17 Desember 2016

#7 Urban Legend : Wristband

Di Korea, terdapat peraturan yang berlaku di semua rumah sakit. Ketika pasien masih hidup, gelang berwarna putih diikatkan di lengan kanan mereka. Gela ngitu berisi nama pasien serta informasi lainnya. Namun ketika pasien meninggal, gelang itu dilepas dan digantikan dengan sebuah gelang merah yang diikatkan di lengan kiri sebelum jenazahnya dibawa ke kamar mayat.

Kisah ini terjadi pada seorang dokter yang sedang shift malam di sebuah rumah sakit.

Ia akhirnya menyelesaikan shift malamnya pukul 2 dini hari dan merasa sangat lelah. Rumah sakit tampak sangat sepi sebab pada jam 2 dini hari, tentu semua pasien sedang terlelap dan sebagian besar perawat juga telah pulang.

Ia menyalakan lift dari lantai lima untuk turun ke basement, dimana mobilnya diparkir. Di dalam lift hanya tampak seorang wanita tua.

Ia berdiri di samping wanita tua itu, yang tampaknya juga ingin turun di basement.

Begitu lift mereka sampai di basement, pintu lift terbuka dan tampak seorang pria berpakaian putih.

Wanita yang tadi bersamanya hendak keluar dari lift.

Dokter itu melihat sesuatu di tangan pria itu. Segera ia menarik wanita yang tadi bersamanya kembali ke dalam lift. Dengan panik ia menekan tombol ke lantai lima dan pintu lift pun tertutup.

“Hei, ada apa denganmu?” wanita itu tampak marah karena dokter itu menariknya masuk kembali.

“Anda beruntung saya tadi tidak membiarkan anda keluar.” Ujar dokter itu. “Anda tidak melihat, di tangan kiri pria tadi ada gelang merah? Berarti dia sudah meninggal!”

“Gelang merah?” tanya wanita itu sambil menunjukkan tangan kirinya.

“Maksudmu seperti ini?”

THE END

#6 Urban Story : Keyhole

Seorang pria datang ke sebuah hotel. Ketika check in, sang resepsionis memperingatkannya,

“Tolong jangan masuk ke kamar yang tak ada nomornya.”

Pria itu mengangguk dan segera mencari kamarnya yang bernomor 10. Saat itulah, ia melihat sebuah kamar tanpa nomor yang tadi dikatakan sang resepsionis. Karena penasaran, ia mengintip melalui lubang kunci untuk melihat apa isinya.

Ia hanya melihat seorang wanita tua berwajah pucat sedang duduk di tengah ruangan. Aneh sekali, seakan-akan seluruh kulit tubuh wanita itu berwarna putih, tidak seperti kulit manusia kebanyakan.

Tiba-tiba saja wanita itu menoleh dan menatapnya.

Karena ketakutan, iapun segera lari ke kamarnya.

Malamnya ia tak bisa tidur. Ia masih penasaran mengapa resepsionis itu memperingatkannya untuk menjauhi kamar itu. Dan mengapa pula kamar itu tidak diberi nomor?

Saking penasarannya, saat itu juga ia bangkit dari tempat tidurnya, mengendap-ngendap di lorong hotel, dan mengintip kamar itu sekali lagi melalui lubang kunci.

Namun yang ia lihat hanyalah warna merah.

Pria itu berpikir, mungkin wanita itu merasa terganggu karena ia tadi mengintipnya dan memutuskan untuk menutup lubang kunci dengan sesuatu yang berwarna merah.

Pria itupun kembali ke kamarnya untuk tidur.

Keesokan harinya saat akan check out, pria itu menanyakan mengapa kamar yang ia lihat kemarin tidak diberi nomor.

Resepsionis itupun bercerita dengan wajah sedih.

“Dahulu ada sepasang suami istri yang menginap di kamar itu. Suatu hari mereka bertengkar dan sang suami membunuh istrinya itu. Sejak kejadian itu, kami tak berani menyewakan kamar itu, jadi kami mencopot nomornya dan membiarkannya kosong.”

Pria itu pergi dan tertawa. Ia sama sekali tak percaya dengan cerita hantu. Yang ia lihat kemarin jelas-jelas manusia dan bukan hantu.

“Oya,” sang respsionis berkata ketika pria itu hampir sampai di ambang pintu.

“Wanita itu tidak seperti manusia kebanyakan. Ia menderita kelainan genetik sehingga seluruh kulit tubuhnya putih.”

Langkah pria itu terhenti.

Sang resepsionis mengakhiri ceritanya.

“Dan matanya merah.”

THE END

#5 Urban Legend : Square

“SQUARE”

(SEGI EMPAT)

Alkisah, lima orang pendaki gunung tersesat di tengah pegunungan bersalju (versi lain cerita mengatakan mereka merupakan korban selamat dari suatu kecelakaan pesawat). Karena tidak kuat, salah satu dari kelima pendaki itu akhirnya meninggal. Namun keempat temannya yang lain menolak meninggalkan jenazah teman mereka di tengah gunung dan memutuskan membawanya.

Hingga suatu saat di tengah badai salju, mereka menemukan sebuah pondok kayu.

Mereka bersyukur dan segera berlindung di dalam pondok kayu itu. Pondok itu berbentuk segiempat. Pondok itu tampak sudah tua, namun masih kokoh.

Celakanya, sama sekali tak ada penerangan di dalam pondok itu, sehingga mereka terpaksa menghabiskan malam dalam kondisi gelap gulita.

Mereka meletakkan jenazah teman mereka di tengah ruangan yang berbentuk segi empat itu.

Mereka mulai bercakap-cakap.

“Malam ini kita tidak boleh tidur. Bila kita tidur, bisa-bisa kita tidak bangun lagi.”

“Ya, aku tahu. Tapi bagaimana caranya? Bila kita tidak melakukan sesuatu, kita pasti akan tertidur.”

“Aku tahu, kita lakukan saja suatu permainan.” Usul salah satu teman mereka, masih dalam kondisi gelap gulita. Mereka sama sekali tak bisa melihat satu sama lain, jadi mereka tak tahu dengan siapa mereka berbicara dan siapa yang mengusulkan permainan itu.

“Permainan apa?”

“Begini, ruangan ini kan berbentuk kotak. Bagaimana jika masing-masing dari kita berempat berdiri di tiap pojok ruangan. Nah, saat permainan dimulai, salah satu dari kita berlari ke pojok ruangan terdekat dan menepuk punggung temannya yang ada di situ. Lalu ia yang ditepuk punggungnya harus berlari lagi untuk menepuk punggung temannya yang ada di pojok terdekat dengannya. Begitu terus hingga kembali ke orang pertama dan diteruskan sampai fajar tiba.”

“Itu ide bagus,” semua orang tampaknya setuju, “Dengan begitu kita akan bergerak semalaman dan tubuh kita akan terasa hangat.”

Akhirnya mereka melakukan permainan itu. Masing-masing dari mereka, sebut saja A, B, C, dan D berdiri di pojok ruangan. A mulai berlari ke B dan menepuk pundak B. B kemudian langsung berlari dan menepuk pundak C. C lalu berlari menepuk pundak D. Dan begitu seterusnya, mereka melakukan permainan itu hingga pagi.

Saat pagi tiba, mereka mulai merasa lega. Cahaya mulai menerangi seluruh ruangan sehingga mereka bisa melihat seisi ruangan. Salah satu teman mereka rupanya mengenali tempat ini dan tahu jalan keluar dari tempat itu.

Namun saat mereka menyadari bentuk ruangan yang mereka tempati sejak semalam, mereka mulai sadar ada yang tidak benar.

Lalu mereka mulai ketakutan.

Permainan itu ternyata tak sesimpel yang mereka duga.

Permainan dimulai ketika A berlari dan menepuk pundak B. B kemudian berlari menepuk pundak C. Lalu C berlari menepuk pundak D. Sampai di sini tak ada masalah. Namun ketika D berlari ke A, semestinya tak ada orang di sana, sebab A sudah berada di B. Benar bukan? Sehingga D harus berlari 2 kali agar dapat menepuk pundak A.

Namun saat mereka bermain, tak ada seorang pesertapun yang harus berlari dua kali.

Saat tiba di A, D menepuk pundak seseorang yang kemudian berlari menepuk pundak A yang sedang berada di B.

Merekapun sadar, permainan ini walaupun dilakukan di ruangan berbentuk segi empat, tak bisa dilakukan oleh empat orang.

Permainan ini harus dilakukan oleh lima orang.

Namun mereka hanya ada berempat saat mereka melakukan permainan itu.

Lalu mereka menatap jenazah teman mereka yang terbujur kaku di tengah ruangan.

Ya, mereka tak hanya berempat di dalam ruangan.

Mereka berlima.

#4 Urban Legend : 10 days to dream

Sebelumnya, aku peringatkan dulu bahwa urban legend ini sangatlah disturbing. Buat yang tidak berani membacanya, sebaiknya segera tinggalkan halaman ini.
Jangan sampai kalian menyesal setelah membacanya.
Aku berikan kesempatan untuk meninggalkan halaman ini.
Jika kalian masih nekad, silakan tanggung sendiri akibatnya.

……..

.……..

.……..

.……..

.……..

.……..

“10 DAYS DREAM”
“MIMPI SEPULUH HARI”
  

Kesepuluh mimpi itu dan aturannya adalah sebagai berikut.

MIMPI HARI PERTAMA:
Anda sedang bermimpi tengah tidur di dalam kamar anda. Anda kemudian akan menyadari ada seorang anak perempuan yang mengintip melalui jendela kamar anda.

Peraturan:
biarkan anak perempuan itu masuk.

MIMPI HARI KEDUA:
Anak itu sekarang ada di dalam kamar anda. Ia terus menunduk sehingga anda tak bisa melihat wajahnya. Ia terus menggumam dan beberapa saat kemudian anda akan menyadari bahwa ia terus mengatakan, “Kumohon jangan ... kumohon jangan ...”

Peraturan:
Biarkan gadis itu naik ke tempat tidur dan berbaring di samping anda.

MIMPI HARI KETIGA
Anak itu sekarang berbaring di samping anda. Anda akan dapat melihat wajah anak itu hancur karena terbakar hebat.

Peraturan:
Apapun yang terjadi, jangan menangis atau menjerit saat melihat wajahnya.

MIMPI HARI KEEMPAT
Kau bangun dari tempat tidur. Gadis itu berkata, “Ayo pergi ke taman.”

Peraturan:
Bawa dia ke taman terdekat tanpa mengatakan sesuatu apapun.

MIMPI HARI KELIMA
Di taman, anda akan melihat seorang wanita mendorong kereta bayi. Perhatikan baik-baik dan anda akan melihat bahwa ibunya adalah seekor kucing dan bayinya adalah seekor anjing.

Peraturan:
Kau harus membunuh salah satu dari mereka.

MIMPI HARI KEENAM
Saat anda tengah bermain di taman bersama gadis itu, anda akan melihat sebuah pesawat hendak lepas landas.

Peraturan:
Pastikan anda naik pesawat itu tepat waktu.

MIMPI HARI KETUJUH
Pesawat akan penuh dengan orang-orang yang seperti anda, telah mendengar cerita ini.

Peraturan:
Apapun yang terjadi, anda harus mendapatkan tempat duduk.

MIMPI HARI KEDELAPAN
Setelah beberapa saat, akan turun hujan mawar merah dan mawar hitam dari atas.

Peraturan:
Buang hanya mawar hitam dari atas pesawat.

MIMPI HARI KESEMBILAN:
Pesawat itu akan membawa anda kembali ke taman.

Peraturan:
Pulang bersama gadis itu dan kembali berbaring dengannya di kamar.

MIMPI HARI KESEPULUH:
Anda takkan tahu apa yang akan terjadi pada mimpi hari kesepuluh kecuali anda telah melakukan semua yang diharuskan pada kesembilan mimpi sebelumnya.

Peringatan: setelah membacanya, anda tak bisa membatalkannya. Anda akan memimpikan 10 mimpi ini 3 hari setelah anda membacanya. Jika anda sudah telanjur membacanya, anda harus mengikuti semua aturan dalam tiap mimpi untuk menyelesaikannya. Jika tidak, mimpi-mimpi ini akan terus terulang seumur hidup anda.

Ingat, anda harus menceritakan tentang cerita mimpi ini kepada orang lain, jika tidak anda akan kembali ke mimpi pertama dan mengulanginya dari awal.

Selamat bermimpi.

#3 Urban Legend : 21 and Still Counting

Suatu hari seorang gadis muda tengah menunggu di sebuah stasiun kereta ketika ia mendengar seseorang bergumam di belakangnya. Ia berbalik dan melihat seorang wanita duduk di sebuah bangku. Gadis itu menyadari saat itu hanya ada mereka berdua di stasiun tersebut.

Wanita itu sangat aneh, pikir gadis itu. Wanita itu berumur 40-an dan duduk dengan tidak tenang. Ia menggoyang-goyangkan badannya ke depan dan ke belakang sambil bergumam,
“21...21...21...”.

Gadis itu bisa melihat kalau wanita itu terlihat agak “stress”, bahkan mungkin gila.

Ia berniat untuk mengacuhkan saja wanita itu. Namun wanita itu terus saja bergumam,
“...21...21...21...”

Lama-kelamaan gadis itu menjadi penasaran. Iapun bangkit dari kursinya dan menghampiri wanita itu.
“Ibu, apa yang sedang ibu hitung?”

Wanita itu tak menjawab, bahkan tak menatap gadis itu. Ia hanya terus bergumam,
“....21....21...21....”

Gadis itu melihat di sekitarnya, mencoba mencari tahu apa yang sedang wanita itu hitung. Di saat yang sama, gadis itu heran. Jika ia memang menghitung sesuatu, mengapa angkanya selalu sama.

Kemudian terdengar suara kereta datang.

Tiba-tiba saja wanita itu menerjang gadis muda dan mendorongnya ke arah rel.

“Aaaaaa!!!” teriak gadis itu, namun terlambat. Kereta yang melaju kencang itu terlanjur menyambar tubuhnya.

Warna merah dari darah gadis itu bercipratan hingga ke dinding dan kursi-kursi di stasiun itu.

Wanita itu kembali duduk seolah tak terjadi apa-apa dan mulai bergumam.
“...22....22...22...”

THE END

#2 Urban Legend : Spooky Story

Malam itu, aku masih ingat saat itu. Aku sedang bersama dengan 2 sahabat baikku, kami duduk di
meja yang sama dengan kopi hangat untuk mencairkan suasana.
Kami bercanda, bergurau sama seperti sebelum-sebelumnya, membicarakan tentang sepasang
kekasih yang duduk di seberang meja kami,kemudian membicarakan sesuatu agar kami tidak canggung setelah jarangnya kami bertemu sejak kami sibuk dengan pekerjaan kami masing-masing.
Hingga salah satu dari sahabatku, Steve membuka obrolan tentang sesuatu yang dulu kami sukai,
yaps sebuah cerita horror yang sering kami ceritakan untuk membuat ciut nyali kami, dan kau
tahu, aku rasa malam minggu yang hujan ini sangat tepat bila kita membicarakan tentang cerita
Hororr itu. Steve memulai lebih dulu karena dia merasa dialah yang pantas untuk membuka acara kesukaan kami, ku teguk Kopi hangat sembari menatap Steve yang mulai menatap kami bergantian,
“kau tahu.. ini terjadi 2 bulan yang lalu, saat tengah malam, ada seorang pria yang baru saja
pulang bekerja, saat itu dia membuka pintu rumahnya, kemudian duduk menonton Kartun di
ruang Tamunya. Ketika tiba-tiba, sesuatu yang meringkih terdengar di telinganya—“
Aku mulai menatap Steve dengan pucat.
“pria itu merasa ada yang salah. Jadi, dia memutuskan untuk memeriksa suara itu, semakin
dia berjalan mendekati sumber suara itu semakin dia yakin, suara itu berasal dari kamarnya.
Dengan perasaan ngeri, pria itu mencoba mengintip apa yang ada dalam kamarnya, dan
kau tahu apa yang dia temukan disana??” sahut Steve pelan.
Aku terdiam, dan masih seksama mendengarkan suara Steve yang terdengar berbisik. “ternyata, di
dalam kamarnya—ada seorang wanita tua bergaun merah, kalian tahu siapa wanita itu. Ya,!! Wanita
itu adalah Mertuanya.”
Aku terdiam dan menatap Steve dengan wajah kesal, “jadi—maksudmu, dia adalah mertuanya.
What the hell men!! Itu bukan cerita seram!!”
Steve mengacungkan jarinya di mulut membuatku diam kemudian kembali melanjutkan ceritanya,
“tapi Mertuanya sudah lama meninggal, terjatuh diTangga tepat di depan Pria itu”
Kami tertawa berbarengan dengan wajah sedikit meringis, kemudian Jojo menepuk bahu kami,
“hei. Kau tahu Steve.. itu Cerita yang seram, bertemu dengan mertua merupakan hal yang
mengerikan.”
Kami terkekeh, dan kemudian Jojo bersiap memulai ceritanya,
“So , aku pernah mendengar ada desas desus gadis dalam Ranjang. Hei!! Hei!! Aku minta kalian
jangan berpikir Porno. Ini di mulai ketika, aku baru saja pulang dari Luar kota, aku menginap di
sebuah Hotel sebelum aku benar-benar kembali ke kotaku. Disana, aku bertemu dengan gadis
kecil yang mengatakan kepadaku, “tuan ! tolong periksalah apa yang ada di bawah ranjangmu
sebelum Tidur!!” aku pikir, gadis ini punya lelucon yang menarik.
Malam itu aku menghabiskan waktuku untuk mendengar siaran Radio sepak bola kesukaanku,
setelah mendengarkanya berjam-jam, akhirnya aku memutuskan untuk tidur di ranjangku
sebelum aku teringat, ada yang mengeram tepat di bawah ranjangku. Dengan perasaan tidak
karuan, aku mulai memberanikan diri untuk melihatnya, ketika aku menunudukkan kepalaku,
aku melihatnya…?”
“apa?? Kau melihat apa??” ucap Steve.
“aku melihat, seekor anjing yang sedang mengunyah Celana Dalam”
Aku terkekeh dan saling menepuk bahu. “dasar!! Kau masih saja sama seperti yang dulu, tidak
pernah serius dengan ceritamu”
Jojo menatap kami bergantian kemudian mengatakan “aku belum selesai!! Tepat di belakang binatang itu, aku melihat gadis itu
disana, menatapku dengan pucat, aku mulai merangkak mundur, aku pikir aku akan mati, gadis itu menatapku kemudian mengatakan “Tuan, bila kau suka mencuri celana dalam tolong, jangan kau curi celana dalamku”.
“hahahahaha!! Dasar Otak mesum” teriak steve dan seketika tawa pecah di antara kami, kini semua mata memandangku.
Aku memikirkan apa yang bisa ku ceritakan, kemudian aku teringat dengan salah satu cerita
yang ku suka.
“ada seorang pria yang memacu mobilnya dengan kencang, pria itu teramat sangat marah terlebih
ketika tahu, gadis yang dia sukai berselingkuh

Urban Legend : Boneka Berhantu

Sebelum Kalian Baca Urban Legend berikut. Apa sebenarnya Urban Legend Itu?? Menurut Saya, Urban adalah Perkotaan Dan legend adalah Legenda jadi menurut saya Urban Legend adalah legenda/ cerita yang beredar di perkotaan .. Bagi yang udah pernah dengar urban legend pasti sudah tau seperti apa urban legend itu. Yak.!! Itu adalah cerita seram dari berbagai negera..bagi kamu yang ingin baca dan tau ada beberapa cerita urbanlegend yang ada sudah hezkiabaghong sediakan buat kalian .. langsung aja ☺


Urband legend : Boneka Berhantu

Hai, namaku Flo. Aku hanya seorang anak biasa. Namun ketika aku berumur sekitar lima tahun,
aku bisa mendengar suara bisikan dimalam hari. Dan kakakku juga bisa mendengar suara bisikan itu, namun dia selalu berkata. "Flo, aku tahu itu
suaramu. Jangan suka iseng !"
Aku selalu menjawab "Itu suara boneka !" dan aku tidak tahu kenapa aku berkata seperti itu, seperti
tiba - tiba keluar dari mulutku yang dikendalikan oleh sesuatu namun Ibu dan Kakakku tidak pernah mempercayaiku.
Kakakku selalu bilang "Hentikan ! jangan bodoh !"
Namun tiap kali dia berkata seperti itu dia terlihat sangat khawatir.
Beberapa bulan setelah hal ini berlangsung, paman dan sepupuku datang dan menetap dari Irlandia. Aku tidak pernah melihat mereka berdua semenjak aku berumur dua tahun dan sekarang ketika mereka menetap aku sudah berumur lima
tahun.
Sepupuku tidur dikamarku dan kakakku dan dia selalu terbangun ketika disaat yang sama setiap
malam denganku dan berkata "Itu suara boneka ! suara boneka lagi ! Mereka datang untuk menangkap kita tapi mereka tidak bisa keluar"
Saat itulah ibuku mulai khawatir.
Setelah sekitar 5 tahun kemudian suara itu muncul dimalam hari. Ibuku menceritakan semuanya yang dia ketahui tentang boneka itu.
"Ketika aku seumuran kalian, bibiku memberikan boneka ini. Dan dua bulan kemudian dia meninggal dunia. Aku tidak pernah memainkan
boneka itu karena menakutkan, jadi aku meletakkannya di dalam lemari. terkunci rapat dan aku selalu bermain dengan boneka lain di
kamarku. Seminggu setelah mengunci boneka itu di dalam lemari aku mulai mengalami mimpi
buruk tentang boneka itu dan aku mendengar suara yang seperti kamu dengar tapi agak berbeda. Boneka itu berkata 'Biarkan aku keluar.
Aku takkan melukaimu, aku janji' namun pada malam berikutnya boneka itu berkata 'Jika aku
keluar nanti, aku akan melukaimu seperti yang aku lakukan pada bibimu.' Aku masih memiliki
boneka itu."
Ibu menghela nafas sebentar, lalu berkata
"Aku sangat meminta maaf, aku meletakkan boneka itu ada di bawah tempat tidurmu."
Aku dan kakakku terdiam. Kalimat tadi menggema di pikiranku.
Sekarang aku sudah berumur 15 tahun dan kami telah menjual boneka itu di tempat penjualan aksesoris mobil. Aku membayangkan, apakah boneka itu suka berbisik pada pemiliknya yang
baru.

About the author

Yang namanya blog baru pasti gak afdol kalo belum kenal sama authornya ☺. Nah sekarang daripada nulis banyak banyak entar cape mending langsung aja..

Nama Author : Hezkia Bagaskara

Tempat tinggal Auhor : Indonesia pastinya XD

Status : Pelajar lah (masa nikah) -_-

Hobby : Denger Musik, Copast karya orang :"v

Gender : laki lah

Udah lah ea😥